Tuesday , February 20 2024
Home / Hukrim / Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau Angkat Bicara Atas Pungutan SMPN 5 Tapung

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau Angkat Bicara Atas Pungutan SMPN 5 Tapung

PEKANBARU-RIAU, BerkasRiau.com – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Riau Esther Yuliana angkat bicara mengenai dugaan pungutan study tour peserta didik SMPN 5 Tapung.

Berikut penyampaian LPA Riau ke pada Wartawan, Senin (27/11/17) melalui whatsappnya.

” Apakah study tour tersebut merupakan kewajiban yang harus diikuti anak didik tanpa terkecuali? Jika merupakan kewajiban, apa dasar hukumnya?. Jika peserta didik tidak membayar, apakah yang bersangkutan akan mendapat sanksi/ganjaran tertentu? Jika ya, apa bentuknya sanksinya? Jika siswa membayar, apa konsekuensinya?,” Tanya LPA Riau.

Esther Yuliana menambahkan beberapa Perspektif/ Sudut Pandang LPA Riau menanggapi persoalan tersebut:

” Sekolah tidak boleh membuat sebuah kewajiban yang hanya dikenakan ke sebagiann siswa. Serta ketika Sekolah menetapkan kewajiban, harus bisa menunjukkan dasar hukum pembuatan kewajiban tersebut. Siswa tidak boleh menerima perlakuan diskriminatif, apalagi jika diskriminasi dikenakan untuk suatu hal yang tidak ada justifikasinya (termasuk dasar hukum). Jika siswa terkena diskriminasi, ini pidana,” tegas LPA Riau.

Esther menambahkan, ada baiknya LPA Riau mendorong sekolah menghentikan atau setidaknya menunda pemberlakuan pungutan tersebut. Serta mendorong sekolah agar memperbaiki komunikasinya dengan siswa dan org tua.

Esther Yuliana mengagendakan LPA Riau menemui pihak SMPN 5 Tapung guna menanyakan persoalan dugaan pungutan tersebut.

” kita tetap akan temui kepsek nya, dan perwakilan orang tua murid untuk menyatakan hal tersebut, ” papar nya.

(Anar Nainggolan)

print