Friday , February 16 2024
Home / Hukrim / Hendrawan : Pemilihan Ketua Umum HIPMI Hanya Mengejar Peserta Mampu Setor Rp 125 Juta Rupiah

Hendrawan : Pemilihan Ketua Umum HIPMI Hanya Mengejar Peserta Mampu Setor Rp 125 Juta Rupiah

KENDARI, BerkasRiau.com – Pemilihan ketua umum (Ketum) BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sultra, terus bergulir bak bola panas dengan sejumlah persoalan yang tak kunjung selesai.

Akibatnya, prosesnya pun belum menunjukan signal untuk kepastian pengumuman verifikasi faktual berkas para bakal calon ketua umum (Balontum).

Kondisi tersebut mengundang keprihatinan dari salah seorang pengusaha muda Hendrawan, yang juga merupakan bagian dari pengurus HIPM.

Ketua Granat Kota Kendari ini menilai, proses pemilihan Ketum BPD HIPMI ini sudah diatur sedemikian rupa untuk meloloskan Balontum tertentu, sehingga prosesnya pun bisa dilaksanakan secara aklamasi.

“Stering Comite (SC) ini tidak adil, ada yang ditutup tutupi, mereka hanya mengejar siapa yang bisa menyetor Rp 125 juta, tak lagi memikirkan kualitas figurnya,” ujar Hendrawan kepada awak media, Kamis 16 November 2017.

Dirinya juga menduga, telah terjadi permainan dan perang kepentingan di tubuh SC. Sebab, dalam persyaratan Balontum yang ditentukan SC sudah menyalahi Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) HIPMI.

Dicontohkannya, pada AD/ART Pasal 31, anggota Hipmi harus mempunyai badan usaha dan berdomisili di daerah tersebut, kemudian untuk Balontum harusnya bisa menyerahkan tax amnesty saat mendaftar, tapi hal inj justru tak diprasyaratkan SC.

“Harusnya disertakan dengan persyaratan Balontum diwajibkan menyetorkan dokumen NPWP atau tax amnesty. Tapi ini justru tidak dilakukan SC, makanya patut dipertanyakan hal ini,” tambahnya.

Menurut Hendrawan, melihat dari Balontum yang mengikuti proses pemilihan tersebut, dirinya bisa memastikan hampir semua tidak memenuhi kriteria sesuai dengan AD/ART HIPMU.

Bagaimana tidak, diketahui adanya calon yang baru beberapa bulan membuka usahanya di Kota Kendari, telah mengikuti proses ini. Ia juga memaparkan, telah ditemukan Balontum lain yang berdomisili di luar Sultra.

“Sesuai dengan slogan organisasi, yakni Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha. Maka penentuan Balontum tidak hanya sebatas melihat dari sisi pengusahanya, tapi dia harus memiliki tarck record dalam melahirkan dan membesarkan pengusaha-pengusaha muda di Sultra,” pungkas nya.

“Jadi jangan hanya membawa label sebagai pengusaha saja, itu belum cukup bagi seorang Balontum,” jelasnya.

 

 

Laporan: (Ikas Cunge-JNN)

Publish : Pimred (Anar Nainggolan)

print