Wednesday , February 21 2024
Home / Daerah / PEKANBARU / Gara-gara Anak Kecil Berkelahi, Rumah di Cipta Karya Pekanbaru Diamuk Warga

Gara-gara Anak Kecil Berkelahi, Rumah di Cipta Karya Pekanbaru Diamuk Warga

PEKANBARU, BerkasRiau.com – Sebuah rumah di Jl. Cipta Karya, Panam, Pekanbaru diamuk warga pada hari Rabu 4 April 2017 yang lalu. Pasalnya hanya karena gara-gara pekelahian anak kecil yang merupakan tetangga.

“Masalahnya hanya karena anak saya usia 2,5 tahun berkelahi dengan anak tetangga yang seumuran dia. Kemudian pak RT beserta perangkatnya dan warga sekitar 30 orang menyerang rumah saya dengan lemparan batu bata,” ujar Sarah, Rabu (12/4/2017) kepada BerkasRiau.com. Sebelum kejadian tersebut, anak perempuan Sarah usia 5 tahun juga pernah ditendang oleh anak tetangga yang sudang kelas 1 SD.

Akibat kejadian tersebut, kaca rumah Sarah pecah. Selain itu, “wajah dan punggung suami saya bengkak-bengkak karena lemparan dan pukulan oleh rombongan massa yang dibawa oleh pak RT, inisial IH, dan perangkatnya inisial A dan Y,” terang Sarah.

“Yang pertama memukul suami saya adalah pak A. Suami saya juga sempat dipukul oleh pak RT pakai kayu. Selain itu massa juga memukulkan tong sampah ke kelapa suami saya,” ujar Ibu muda tersebut.

Selain itu terang Sarah, tangan dia juga bengkak karena menangkis lemparan batu bata dan kaki kiri anaknya yang berusia 5 tahun juga memar akibat lemparan batu bata.

Akibat kejadian tersebut, Sarah beserta keluarganya harus mengusi ke rumah Adeknya yang juga tinggal di Jalan Cipta Karya, Panam.

Atas kejadian tersebut, Sarah beserta suaminya Bambang melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tampan pada hari kejadian. Tapi anehnya sekarang karena rumah tersebut kami tinggalkan, batu-batu bata yang ada di atas atap rumah saya sudah tidak ada lagi, sudah dibersihkan untuk menghilangkan barang bukti.

“Kita sudah divisum, tetapi hingga sekarang belum ada proses seperti olah TKP, padahal kami kan korban,” ucap Sarah.

Selain itu Sarah juga mengeluhkan tindakan aparat Polsek Tampan yang langsung menjemput suaminya pakai mabil patrol pada hari kejadian tanggal 5 April tersebut, padahal terang Sarah dia beserta keluarga merupakan korban.

“Masak suami saya langsung dijemput pakai mobil patroli, kayak tersangka saja, padahal kami korban,” ujar Sarah kesal.

Atas kejadian tersebut, ketua RT yang dihubungi via seluler mengaku tidak ada pemukulan dan pelemparan rumah Sarah. “Tidak ada pak, saya lagi kerja sekarang, nantilah,” ujar RT inisial IH tersebut.

Namun beberapa saat kemudian, salah seorang warga bernama Zulfikri menelpon BerkasRiau.com atas perintah ketua RT yang mengatakan, “awal kejadian tersebut pada bulan Januari yang lalu dimana anak Sibambang melempar anak saya dan itu sudah diselesaikan ditingkat RT dan Sibambang berjanji untuk menjaga anaknya agar tidak melakukan kekerasan dan bercarut-carut,” ujar Zulfikri.

Tetapi terang Zulfikri prilaku anak tersebut juga tidak berubah dan warga sepakat agar Bambang dan keluarganya tidak berdomisili disitu lagi, pungkas Zulfikri. (tim).

Editor: Defrizal

print